Tampilkan postingan dengan label Ekonomi SMP Kelas7. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi SMP Kelas7. Tampilkan semua postingan

Kamis, 29 November 2012

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Proses Sosialisasi

Ekonomi SMP Kelas 7 : Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Proses Sosialisasi

Ada lima faktor utama yang mempengaruhi sosialisasi seseorang. Faktor-faktor yang mempengaruhi proses sosialisasi antara lain sifat dasar, lingkungan prenatal, perbedaan perorangan, lingkungan, serta motivasi.

a. Sifat Dasar
Sifat dasar seseorang meliputi karakter, watak, serta sifat emosional. Sifat dasar merupakan warisan dari ayah dan ibu yang diturunkan melalui gen. Gen telah ada sejak anak masih berupa embrio yang di dalamnya mewarisi sifat-sifat sang ayah dan ibu.

b. Lingkungan Prenatal
Embrio berada dalam rahim ibu untuk beberapa waktu. Lingkungan inilah yang disebut lingkungan prenatal. Pada masa ini sang ibu berusaha memberi pengaruh-pengaruh yang baik kepada bayinya. Misalnya mengkonsumsi susu ibu hamil yang bertujuan menambah gizi bayi atau senantiasa mendengarkan musik klasik guna merangsang kecerdasan otak bayi. Tidak menutup kemungkinan adanya pengaruh-pengaruh tidak langsung yang berasal dari sang ibu, seperti penyakit ibu yang dapat mempengaruhi kondisi sang bayi, gangguan endoktrin, penyakit bawaan atau shock pada saat kelahiran.

c. Perbedaan Perorangan
Setelah lahir, seorang anak akan tumbuh dewasa dengan karakteristiknya sendiri-sendiri. Setiap anak mempunyai karakteristik yang berbeda-beda, seperti ciri fisik (bentuk badan, warna kulit, warna mata, dan bentuk rambut), ciri-ciri normal, emosional, personal, dan sosial. Perbedaan perorangan ini mampu mempengaruhi sosialisasi seseorang.

d. Lingkungan
Lingkungan yang dimaksud adalah kondisi sekitar individu baik lingkungan alam, kebudayaan, dan masyarakat yang dapat mempengaruhi proses sosialisasi. Kondisi lingkungan sekitar tidak menentukan, tetapi mampu mempengaruhi dan membatasi proses sosialisasi seseorang.

e. Motivasi
Dalam menjalani kehidupan, setiap individu mempunyai motivasi-motivasi untuk menjadikan hidupnya lebih berarti. Motivasi merupakan kekuatan dalam diri seseorang yang menggerakkan seseorang untuk berbuat sesuatu. Motivasi yang dimiliki seseorang mampu mempengaruhi seseorang tersebut dalam bersosialisasi. Orang yang mempunyai motivasi besar dalam bersosialisasi tentu berbeda apabila dibandingkan dengan seseorang yang tidak mempunyai motivasi.

Pengertian Sosialisasi

Ekonomi SMP Kelas 7 : Pengertian Sosialisasi

Pada hakikatnya proses sosialisasi merupakan hasil dari interaksi antar manusia. Selama manusia masih berinteraksi, proses sosialisasi pun masih berlangsung.

Proses sosialisasi dilakukan setiap orang sejak lahir di muka bumi sampai meninggal. Bahkan, seorang bayi yang baru lahir melakukan sosialisasi. Contohnya belajar membuka mata untuk melihat dunia, belajar memegang sesuatu, dan belajar merasakan sesuatu. Bersamaan dengan berjalannya waktu, pembelajaran bayi mengenai dunia semakin kompleks. Misalnya belajar berjalan, berbicara, makan, dan mengenal lingkungan sekitar. Berdasarkan tahapannya, proses sosialisasi seseorang dapat dibedakan menjadi dua, yaitu sosialisasi primer dan sekunder.

a. Sosialisasi Primer
Sosialisasi primer terjadi pada anak berusia di bawah lima tahun. Pada usia ini seorang anak mengenal lingkungan terdekatnya, yaitu keluarga. Anak mulai mengenal ayah, ibu, kakak, paman, bibi, nenek, dan kakek. Melalui sosialisasi primer anak belajar tolong-menolong, toleransi, rela berkorban, taat beribadah, jujur, dan menyayangi anggota keluarga.

Proses sosialisasi primer mempunyai pengaruh yang besar dalam pembentukan kepribadian seorang anak. Hal ini karena anak akan menerapkan hasil belajarnya dalam keluarga ke dalam pergaulan di masyarakat. Proses sosialisasi primer merupakan dasar seseorang melakukan sosialisasi sekunder.

b. Sosialisasi Sekunder
Sosialisasi sekunder terjadi setelah sosialisasi primer berlangsung. Pada sosialisasi sekunder seseorang belajar memahami lingkungan di luar keluarganya. Pada proses sosialisasi itu masyarakat atau orang lain mempunyai peranan penting. Sosialisasi sekunder diterima melalui pendidikan di sekolah dan pengalaman hidup. Ketika seseorang belajar menghormati guru, menyayangi sahabat, menghargai tetangga, pada saat itulah sosialisasi sekunder sedang berlangsung.

Hal ini menunjukkan setiap individu melakukan proses sosialisasi tanpa terkecuali. Setiap individu melakukan sosialisasi karena individu tersebut berupaya menjadi bagian dari suatu masyarakat. Melalui sosialisasi, individu mengenal dan memahami kebiasaan, perilaku, adat istiadat, dan peraturan lain yang berlaku di masyarakat. Secara umum, terdapat dua pola sosialisasi yang berkembang di masyarakat, yaitu sosialisasi represif dan partisipatif.

Pendapat beberapa ahli sosial mengenai pengertian proses sosialisasi.
a. Krathwohl
Proses sosialisasi adalah proses yang mengusahakan seseorang menjadi peka terhadap rangsangan masyarakatnya dan menyesuaikan diri serta berperilaku seperti orang lain dalam masyarakatnya atau kebudayaannya.

b. Laurence
Proses sosialisasi adalah proses pendidikan atau latihan seseorang yang belum berpengalaman dalam suatu kebudayaan dan berusaha menguasai kebudayaan sebagai aspek perilakunya.

c. Guire
Proses sosialisasi adalah proses penyajian kemungkinan-kemungkinan perilaku perorangan dengan sanksi positif atau negatif yang menyebabkan penerimaan atau penolakan oleh orang lain.

d. Lawang, Robert M.Z.
Proses sosialisasi adalah proses mempelajari norma, nilai, peran, dan semua persyaratan lainnya yang diperlukan untuk memungkinkan berpartisipasi yang efektif dalam kehidupan sosial.

a. Sosialisasi Represif
Sosialisasi represif ditandai adanya pemberian hukuman berat terhadap seseorang yang melanggar norma. Akan tetapi, tidak selalu dengan menggunakan kekerasan fisik, seperti memukul atau menampar. Tujuan dari sosialisasi represif menuntut adanya kepatuhan terhadap suatu norma yang ada.

b. Sosialisasi Partisipatif
Berbeda dengan sosialisasi represif, sosialisasi partisipatif berusaha menanamkan kebiasaan, adat istiadat, dan aturan-aturan tanpa melakukan paksaan. Misalnya seorang ayah yang memberikan pujian kepada anaknya setelah melakukan perbuatan baik atau seorang ibu yang memberikan nasihat kepada anaknya dengan penuh kelembutan. Pada proses ini tidak ditemukan adanya paksaan maupun kekerasan fisik. Proses sosialisasi partisipatif lebih menekankan pada terbentuknya kesadaran individu terhadap norma-norma yang berlaku.

Proses sosialisasi yang berlangsung di masyarakat umumnya melalui media tertentu. Beberapa media sosialisasi sebagai berikut.

a. Keluarga
Keluarga adalah agen sosialisasi karena mengajarkan berbagai nilai dan norma sosial kepada anak. Sikap sopan seorang anak dalam bertingkah laku merupakan salah satu wujud keberhasilan keluarga sebagai media penyaluran nilai dan norma. Kesopanan dan keramahan dapat membuat suasana lebih menyenangkan.

b. Teman Sepermainan
Melalui teman sepermainan, anak belajar hidup dan bersosialisasi. Anak belajar berbagai hal yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, teman sepermainan mempunyai pengaruh besar terhadap perkembangan pribadi seseorang. Tidak menutup kemungkinan, teman sepermainan membawa dampak negatif bagi perkembangan diri individu. Hal ini karena proses sosialisasi melalui teman sepermainan berjalan tanpa pengawasan dari orang tua atau guru. Contoh seorang anak yang menjadi suka bicara kotor dan kurang sopan karena terpengaruh oleh teman-teman sepermainannya. Sosialisasi di lingkungan sepermainan yang baik mampu membentuk kepribadian yang baik pula, begitu pun sebaliknya.

c. Sekolah
Nilai dan norma sosial dapat pula dipelajari melalui sekolah tempat seseorang belajar. Melalui sekolah seorang anak mendapatkan ilmu pengetahuan yang dapat menentukan profesinya pada masa depan. Oleh karena itu, sekolah menjadi salah satu media terpenting dalam proses sosialisasi.

d. Media Massa
Sosialisasi dapat berlangsung melalui media massa, seperti televisi, surat kabar, majalah, dan tabloid. Media massa mampu menyajikan model perilaku yang dapat ditiru oleh individu untuk membangun jati dirinya. Selain itu, media massa mampu memengaruhi pola perilaku masyarakat. Di sinilah peran media massa sebagai media sosialisasi.

Pengaruh Interaksi Sosial terhadap Keselarasan Sosial

Ekonomi SMP Kelas 7 : Pengaruh Interaksi Sosial terhadap Keselarasan Sosial

Pada interaksi sosial terjalin hubungan erat yang akan menciptakan keselarasan sosial. Oleh karena itu, interaksi social berpengaruh besar terhadap terbentuknya keselarasan social masyarakat yang bersangkutan. Melalui interaksi sosial, manusia saling bekerja sama, menghargai, menghormati, hidup rukun, dan gotong royong. Sikap-sikap tersebut mampu menciptakan keteraturan dan ketertiban dalam kehidupan bermasyarakat yang mendorong munculnya keselarasan sosial.

Keteraturan sosial merupakan suatu kondisi yang sendi-sendi kehidupan bermasyarakatnya berjalan tertib dan teratur sehingga tujuan kehidupan bermasyarakat dapat tercapai. Ciri-ciri terbentuknya ketertiban sosial sebagai berikut :

a. Terdapat suatu sistem nilai dan norma yang berlaku.
b. Individu atau kelompok memahami dan mengetahui nilai dan norma yang berlaku.
c. Individu atau kelompok menaati nilai dan norma dengan sebaik-baiknya.

Social order terbentuk apabila aturan-aturan sosial yang berlaku dipatuhi oleh masyarakat. Social order adalah kondisi keteraturan sosial yang tetap dan berlangsung secara terus-menerus. Sebaliknya, jika seseorang bertindak dan bertingkah laku tidak sesuai dengan aturan-aturan sosial akan menciptakan kondisi yang tidak selaras. Contohnya pertikaian atau perkelahian antardua sekolah. Peristiwa ini umumnya disebabkan satu pihak merasa nama sekolahnya direndahkan sehingga perkelahian di antara dua sekolah tidak terelakkan.

Tindakan sosial yang mereka lakukan membentuk suatu hubungan timbal balik. Proses hubungan timbal balik ini dalam sosiologi dinamakan interaksi sosial. Dengan begitu, tidak selamanya interaksi sosial membentuk keselarasan, tetapi berpengaruh terhadap terbentuknya keselarasan sosial.

Kaitan Interaksi Sosial dan Proses Sosial

Ekonomi SMP Kelas 7 : Kaitan Interaksi Sosial dan Proses Sosial

Interaksi sosial merupakan aktivitas-aktivitas yang tampak ketika antarindividu ataupun kelompok-kelompok manusia melakukan hubungan satu sama lain. Melalui hubungan-hubungan itu, manusia menyampaikan maksud, tujuan, dan keinginan masing-masing. Oleh karena itu, interaksi sosial menjadi kunci kehidupan masyarakat. Coba renungkan, jika setiap individu tidak saling berinteraksi!

Menurut Gillin dan Gillin, interaksi sosial merupakan hubungan-hubungan sosial yang dinamis menyangkut hubungan antarorang, antarkelompok, maupun antarindividu dengan kelompok manusia. Interaksi sosial dapat diartikan sebagai hubungan timbal balik. Hal ini karena dalam interaksi sosial terdapat aksi dan reaksi dari individu yang berinteraksi. Interaksi sosial terjadi apabila satu individu melakukan tindakan sehingga menimbulkan reaksi dari individu-individu lain.

Dengan kata lain, interaksi sosial terjadi apabila dua orang atau lebih saling berhadapan, bekerja sama, dan berbicara. Berdasarkan gambar di samping, kita bisa mengetahui bahwa telah terjadi interaksi sosial di antara mereka.

Tidak selamanya interaksi sosial berupa tindakan yang bersifat kerja sama. Tindakan pertengkaran pun termasuk interaksi sosial. Hal ini karena keduanya melakukan hubungan timbal balik walaupun dalam bentuk pertikaian.

Berbeda apabila seseorang bertemu dengan orang lain tanpa melakukan hubungan. Peristiwa tersebut tidak dapat dikatakan sebagai interaksi sosial.

Amatilah gambar di samping! Apakah orang-orang itu melakukan interaksi sosial? Peristiwa semacam ini bukanlah interaksi sosial. Hal ini karena tiap-tiap orang tidak saling berhubungan. Ketika seseorang bertemu dengan orang lain secara badaniah dan tidak saling berhubungan, interaksi sosial tidak terjadi.

Menurut Soerjono Soekanto, walaupun orang-orang saling bertemu tetapi tidak saling bicara atau tidak saling menukar tandatanda, interaksi sosial dapat terjadi. Hal ini karena tiap-tiap pihak sadar adanya pihak lain. Contoh minyak wangi yang dikenakan, asap rokok yang diembuskan, suara bising di jalan, dan suara langkah kaki.

Kondisi-kondisi tersebut mampu menimbulkan kesan di benak seseorang. Hal ini mendorong seseorang melakukan tindakan sebagai respons terhadap kesan tersebut. Peristiwa ini dapat dikatakan sebagai interaksi sosial walaupun keduanya tidak melakukan hubungan.

Tidak semua tindakan merupakan interaksi. Tindakan yang bagaimanakah dapat dikatakan sebagai interaksi sosial? Suatu tindakan manusia dikatakan sebagai interaksi sosial jika memenuhi syarat-syarat berikut :

a. Melibatkan lebih dari satu orang pelaku.
b. Adanya komunikasi antarpelaku dengan menggunakan simbolsimbol.
c. Adanya dimensi waktu yang menentukan sifat aksi yang sedang berlangsung.
d. Adanya tujuan-tujuan tertentu.

Pada dasarnya, hakikat interaksi terletak pada kesadaran mengarahkan tindakan kepada orang lain. Selain itu, interaksi sosial muncul karena adanya orientasi timbal balik antara pihak-pihak yang bersangkutan tanpa menghiraukan maksud perbuatannya, seperti cinta atau benci, kesetiaan atau pengkhianatan, dan melukai atau menolong.

Dalam interaksi sosial terdapat hubungan antarindividu yang menghasilkan reaksi timbal balik. Hubungan-hubungan tersebut melahirkan suatu pola yang menarik. Hal inilah yang mendorong para sosiolog mengkaji masalah ini. Menurut para sosiolog, pengetahuan mengenai cara-cara berhubungan antaranggota masyarakat dapat membantu dalam memahami masyarakat itu sendiri.

Berdasarkan kajian tersebut, ditemukan adanya proses sosial di masyarakat. Menurut Gillin dan Gillin (Sosiolog), proses sosial adalah caracara berhubungan yang dapat dilihat apabila antarindividu dan kelompokkelompok manusia saling bertemu kemudian menentukan sistem serta bentuk-bentuk hubungan tersebut.

Dengan begitu, hubungan-hubungan yang ada dalam kehidupan manusia merupakan suatu proses sosial. Hal ini karena hubungan antarindividu merupakan syarat utama terjadinya aktivitas sosial. Aktivitasaktivitas sosial itulah yang menjadi dasar terbentuknya proses sosial. Jika kita mengkaji peristiwa di atas, terlihat adanya aktivitas-aktivitas orang yang diwujudkan dalam hubungan antarmereka. Dapat disimpulkan bahwa peristiwa atau interaksi sosial di atas merupakan suatu proses sosial.