Tampilkan postingan dengan label Metodologi Pembelajaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Metodologi Pembelajaran. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 November 2012

Metode Diskusi dalam Pembelajaran

Metode Diskusi dalam Pembelajaran

Artikel Bagus kali ini akan berbagi tentang Metode Diskusi dalam Pembelajaran. Sebelumnya Artikel Bagus sudah berbagi dengan para pembaca tentang Model Interaksi Sosial dalam Pembelajaran, Model-Model Pembelajaran, Metode Penelitian Pendidikan, Konsep Media Pembelajaran,dan Apa Model Pembelajaran Langsung itu?. Mudah-mudahan artikel tentang Metode Diskusi dalam Pembelajaran ini memberikan informasi yang berharga bagi pembaca setia Artikel Bagus. Berikut ini artikel lengkap tentang Metode Diskusi dalam Pembelajaran

Metode pembelajaran adalah cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam kegiatan nyata agar tujuan yang telah disusun tercapai secara optimal. Ini berarti metode digunakan untuk merealisasikan strategi yang telah ditetapkan. Keberhasilan implementasi strategi pembelajaran sangat tergantung pada cara guru menggunakan motode pembelajaran, karena suatu strategi pembelajaran hanya mungkin dapat diimplementasikan melalui penggunaan metode pembelajaran. 
Metode Latihan
Model latihan (drill) istilah ini biasa juga disebut dengan metode trainingyaitu suatu cara mengajar yang baik untuk menanamkan kebiasaan-kebiasaan tertentu. Juga sebagai sarana untuk memperoleh ketangkasan, ketepatan, kesempatan dan keterampilan. Metode latihan pada umumnya digunakan untuk memperoleh suatu keterampilan dari apa yang telah dipelajari. Mengingat latihan ini kurang mengembangkan bakat atau inisiatif peserta didik untuk berpikir maka hendaknya latihan disiapkan untuk mengembangkan kemampuan motorik yang sebelumnya dilakukan diagnosis agar kegiatan itu bermamfaat bagi perkembangan mototik peserta didik.

Metode Pemberian Tugas
Metode pemberian tugas dan resitasi adalah cara penyajian bahan pelajaran. Dalam konteks ini, guru memberikan tugas tertentu agar peserta didik melakukan kegiatan berlajar, kemudian tugas itu harus dipertanggung-jawabkannya. Tugas yang berikan oleh guru untuk memperdalam bahan pelajaran selain itu juga berguna mengecek materi yang telah dipelajarinya. Tugas dan resitasi ini bertujuan untuk merangsang peserta didik untuk aktif belajar baik secara individual maupun secara kelompok.

Metode Eksperimen
Menurut Rusyan seperti yang dikutip Syaiful Sagala, terkadang orang mengaburkan pengertian eksperimen dengan kerja laboratorium. Meskipun kedua pengertian ini mengandung prinsip yang hampir sama, namun berbeda dengan konotasinya. Ekspriemen adalah percobaan untuk membuktikan suatu pertanyaan atau hipotesis tertentu. Eksperimen bisa dilakukan dalam laborato-rium atau di luar laboratorium , pekerjaan eksperimen mengandung makna belajar untuk berbuat, karena itu dapat dimasukkan ke dalam metode pembela-jaran. Metode eksperimen adalah cara penyajian bahan pelajaran dengan carapeserta didik melakukan percobaan dengan cara mengalami sesuatu untuik membuktikan sendiri pertanyaan atau hipotesis yang dipelajari.

Metode Ceramah
Metode ceramah dapat diartikan sebagai cara menyajikan pelajaran melalui penuturan secara lisan atau penjelasan langsung kepada sekelompok peserta didik. Metode ini paling sering digunakan oleh setiap guru atau instruktur. Hal ini selain disebabkan oleh beberapa pertimbangan tertentu, juga adanya faktor kebiasaan baik dari guru ataupun peserta didik.

Metode Demonstrasi
Metode demonstrasi adalah metode penyajian pelajaran dengan mempe-ragakan dan mempertunjukkan kepada peserta didik tentang suatu proses, situasi atau benda tertentu, baik sebenarnya atau hanya sekedar tiruan. Sebagai metode panyajian, demonstrasi tidak terlepas dari penjelasan secara lisan oleh guru. Walaupun dalam proses demonstrasi peran peserta didik hanya sekadar memerhatikan, akan tetapi demonstrasi dapat menyajikan bahan pelajaran lebih konkret. Dalam strategi pembelajaran, demonstrasi dapat digunakan untuk mendukung keberhasilan strategi pembelajaran ekspositori dan Inkuiri.

Metode Diskusi
Metode diskusi adalah metode pembelajaran yang menghadapkan peserta didik pada suatu permasalahan. Tujuan utama metode ini adalah untuk memecahkan permasalahan, menjawab pertanyaan dan memahami pengeta-huan peserta didik, serta untuk membuatu suatu keputusan. Oleh karena itu, diskusi bukanlah debat yang mengadu arguementasi. Diskusi lebih bersifat bertukar pengalaman untuk menentukan keputusantertentu secara bersama-sama. Selama ini banyak guru yang merasa keberatan untuk menggunakan metode diskusi dalam proses pembelajaran. Keberatan itu biasanya timbul dari asumsi; pertama, diskusi merupakan metode yang sulitu diprediksi hasilnya oleh karena interaksi antar peserta didik muncul secara spontan, sehingga hasil dan arah diskusi sulit ditentuan, kedua, diskusi biasanya memerlukan waktu yang cukup panjang, pada hal waktu pembelajaran di dalam kelas sangat terbatas, keterbatasan itu tidak mungkin dapat menghasilkan sesuatu secara tuntas. Sebenarnya hal ini tidak perlu dirisaukan oleh guru sebab dengan perencanaan dan persiapan yang matang kejadian semacam itu bisa dihindari.

Metode Simulasi
Simulasi adalah metode pelatiha yang memperagakan sesuatu dibentuk tiruan yang mirip dengan keadaansesunggunya. sebagai metode mengajar, simulasi dapat artikan cara penyajian pengalaman belajar dengan menggunakan situasi tiruan untuk memahami tentang konsep, prinsip, atau keterampilan tertentu.

Metode Sosiodrama
Sosiodrama (roel playing) berasal dari sosio dan drama sosio berartisosisal menunjuk kepada objeknya y aitu masyarakatyang terkait dengan aksi kegiatan-kegiatan sosial, dan drama berarti mempertunjukkan, memper-ton-tonkan, atau memperlihatkan. Sosial masyarakat adalah interaksi manusia dengan manusia lainnya dalam berbagai kegiatan-kegiatan sosial. Drama dalam pengertian luas adalah mempertujukkan suatu keadaan atau pristiwa-pristiwa yang dialami orang dalam bentuk interaksi sosial.

Metode Karya Wisata
karya wisata (field trip) ialah pesiar yang dilakukan oleh para peseta didik untuk melengkapi pengalaman belajar bertentu dan merupakan bagian integral dari kurikulum sekolah. Dengan menggunakan karya wisata sebagai metode belajar mengajar, peserta didik dibawah bimbingan guru mengunjungi tempat-tempat tertentu dengan masksud untuk balejar. Ini berbeda dengan tamasya karena hanya pergi mencari hiburan, sedangkan karya wisata peserta didik diikat dengan tujuan dan tugas belajar.

Metode Kerja Kelompok
istilah kerja kelompok dipakai untuk merangkung pengertian pada situasi peserta didik berada dalam satu kelompok dan dipandang satu kesatuan tersendiri untuk mencari satu tujuan pelajaran dengan bergotong royong. Metode kerja kelompok, mengandung pengertianbahwa peserta didik dalam suatu kelas dipandang sebagai satu kesatuan tersendiri, ataupun dibagi atas kelompok-kelompok kecil atau sub-sub kelompok. Sebagai metode kerja kelompok dapat dipakai mengajar untuk mencapai bermacam-macam tujuan di sekolah di dalam praktek.


Referensi : http://www.referensimakalah.com/2012/06/metode-diskusi-dalam-pembelajaran.html

Model Interaksi Sosial dalam Pembelajaran

Model Interaksi Sosial dalam Pembelajaran

Artikel Baguskali ini akan berbagi tentang Model Interaksi Sosial dalam Pembelajaran. Sebelumnya Artikel Bagussudah berbagi dengan para pembaca tentang Model-Model Pembelajaran, Metode Penelitian Pendidikan, Konsep Media Pembelajaran, Apa Model Pembelajaran Langsung itu?, dan Model Pembelajaran Kreatif. Mudah-mudahan artikel tentang Model Interaksi Sosial dalam Pembelajaran ini memberikan informasi yang berharga bagi pembaca setia Artikel Bagus. Berikut ini artikel lengkap tentang Model Interaksi Sosial dalam Pembelajaran

Richard Anderson dalam Syaiful Sagala, mengajukan dua pendekatan dan model pembelajaran yaitu yang berorientasi kepada guru yang disebut teacher centered dan pendekatan yang berorientasi kepada siswa yang disebut student centered. Pendekatan pertama biasa disebut tipe otokratis karena pen-dekatannya satu arah yakni dari guru dan pendekatan kedua diseabut tipe demokaratis karena guru meberi peluang peserta didik mengajukan pertanyaan.

Metode belajar yang paling diutamakan dalam pendekatan ini antara lain diskusi, problem solving, motode simulasi, bekerja kelompok, dan motede lain yang menunjang berkembangnya hubungan sosial peserta didik. Model interaksi sosial pada hakekatnya bertolak dari pemikiran pentingnya hubungan pribadi (interpersonal relationship) dan hubungan sosial atau hubungan individu dengan lingkungan sosialnya. Dalam konteks ini proses belajara pada hakekatnya adalah mengadakan hubungan sosial dalam pengertian peserta didik berinteraksi dengan peserta didik lain dan berinteraksi dengan kelompok-nya . langka yang ditempuh guru dalam model ini adalah: (1) guru mengemu-kakan masalah dalam bentuk situasi sosial kepada para peserta didik, (2) peserta didik dengn bimbingan guru menelusuri berbagai macam masalah yang terdapat dalam situasi tersebut, (3) peserta didik diberi tughas atau permasala-han untu dipecahkan, dianalisis, dikerjakan yang berkenaan dengan situasi tersebut,(4) dalam memecahkan masalah belajar tersebut peserta didik diminta untuk mendiskusikannya, (5) peserta didik membuat kesimpulan dari hasil diskusinya, dan (6) membahas kembali hasil-hasil kegiatannya.

Model ini dapat dicontohkan antara lain adalah menggunakan motode sosiodrama atau bermain peran (role playing) keterlibatan peserta didik dalam melakukan kegiatan belajar cukup tinggi terutama dalam bentuk partisipasi dalam kelompoknya, partisipasi ini menggabarkan adanya interaksi sosial did antara sesama peserta didik dalam kelompok tersebut. Oleh karena itu model ini boleh dikatakan berorientasi pada peserta didik dengan mengembangkan sikap demoktratis, artinya sesama mereka mampu saling menghargai, meskipun mereka memiliki perbedaan.

Referensi : http://www.referensimakalah.com/2012/06/model-interaksi-sosial-dalam.html

Model-Model Pembelajaran

Model-Model Pembelajaran

Artikel Baguskali ini akan berbagi tentang Model-Model Pembelajaran. Sebelumnya Artikel Bagus sudah berbagi dengan para pembaca tentang Metode Penelitian Pendidikan, Konsep Media Pembelajaran, Apa Model Pembelajaran Langsung itu?, dan Model Pembelajaran Kreatif. Mudah-mudahan artikel tentang Model-Model Pembelajaran ini memberikan informasi yang berharga bagi pembaca setia Artikel Bagus. Berikut ini artikel lengkap tentang Model-ModelPembelajaran

Komaruddin dalam Syaiful Sagala, mengemukakan bahwa model dapat diartikan sebagai kerangka konseptual yang digunakan sebagai pedoman dalam melakukan kegiatan. Model dapat dipahami sebagai: (a) suatu tipe atau desin; (b) suatu deskripsi atau analogi yang dipergunakan untuk membantu proses visualisasi sesuatu yang tidak dapat dengan langsung diamati; (c) suatu sistem asumsi-asumsi, data, dan referesensi yang dipakai untuk menggambarkan secara matematis suatu obyek atau peristiwa; (d) suatu desain disederhanakan dari suatu sistem kerja, suatu terjemahan realitas yang disederhanakan; (e) suatu deskripsi dari suatu sistem yang atau imajener; dan (f) penyajian yan diperkecil agar dapat menjelaskan dan menunjukkan sifat bentuk aslinya.

Model dirancang untuk mewakili realitas yang sesungguhnya, Walaupun model itu sendiri bukanlah realitas dri dunia yang sebenarnya. Atas dasar pengertian tersebut, model mengajar dapat dipahami sebagai kerangka konseptual yang mendeskripsikan dan melukiskan prosedur yang sistimatik dalam mengorganisasikan pengalaman belajar dan pembelajaran untuk mencapai tujuan belajr tertentu, dan berfungsi sebagai pedoman bagi perencanaan pengajaran bagi para guru dalam melaksanakan aktivitas pembelajaran.

Joyce dan Weil sebagai yang dikutip Syaiful Sagala, mengemukakan ada empat kategori yang penting diperhatikan dalam model mengajar, yakni mo-del informasi, model personal, model interaksi, dan model tingkah laku. Model mengajar yang telayh dikembkan dan dites keberlakuannya oleh para pakar pendidikan dengan mengkalsifikasimodel pembelajaran pada empat kelompok yaitu:
  1. Model pemrosesan informasi (information processing Models) menje-laskan bagaimana cara individu member respon yang datang dari lingkukngannya dengan cara mengorganisasikan data, memfor-mulasikan masalah, membangun konsep dan rencana pemecahan masalah serta penggunaan symbol-simbol verbal dan non verbal. Model ini memberikan kepada peserta didik sejumlah konsep, penge-tesan hipotesis, dan memusatkan perhtian pada kengembangan kemampuan kreatif. Model pengelolaan informasiini secara umum dapat diterapkan pada sasaran belajar dan berbagai usia dalam mempelajari individu dan masyarakat. Karena itu, model ini poten-sial untuk digunakan dalam mencapai tujuan-tujuan yang berdimensi personal dan social di samping yang berdimensi intekeltual. 
  2. Model personal (personal famly) merupakan rumpun model pembe-lajaran yang menekankan kepada proses mengembangkan kepribadian individu peserta didik dengan memperhatian kehidupan emosional. Proses pendidikan sengaja diusahakan untuk memungkinkan seseorang dapat memahami dirinya sendiri dengan baik, memikul tanggun jawab, dan lebih kreatif untuk mencapai kualitas hidup yang lebih baik. Model ini memusatkan perhatian pada pandangan perseo-rangan dan berusah menggalakkan kemamdirian yang produktif, sehingga manusia menjadi semakin sadar diri dan bertanggung jawab atas tujuannya. 
  3. Model sosial (Sosial Famly) menekankan pada usaha mengembangkan kemampuan peserta didik agar memiliki kecakapan untuk berhubu-ngan dengan orang lain sebagai usaha membangun sikap peserta ddik yang demokratis dengan menghargai setiap perbedaan dalam realitas social. Inti dari model sosial ini adalah konsep “synergy” yaitu energy atau tenaga yang terhimpun melalui kerjasama sebagai salah satu fenomena kehidupan masyarakat. Denman menerapkan model sosial pembelajaran diarahkan pada upaya melibatakn peserta didik dalam menghayati, mengkaji, menerapkan dan menerima fungsi dan peran social. Model sosial ini dirancang untuk memanfaatkan fenomena kerjasama, membimbing peserta didik mendefinisikan masalah, mengeksplorasi berbagai cakrawala mengenai masalah, mengumpukan data yang relevan, dan mengembangkan serta mengetes hipotesis. Karena itu guru seyogiyanya men
  4. gorganisasikan belajar melalui kerja kelompok dan mengarahkannya. Jadi pendidikan harusdiorganisasi-kan dengan cara melakukan penelitian bersama (cooperative inquiry) terhadap masalah-masalah sosiaol dan masalah-masalah akademis. 
  5. Model sistem prilaku dalam pembelajaran (Behavior Model of Teaching) dibangun atas dasar kerangka teori prilaku. Melalui teori ini siswa dibimbing untuk dapat memecahkan masalah belajar melalui penguaraian prilaku ke dalam jumlah yang kecil dan berurutan. 
  6. Sejalan dengan hal itu teori konvergensi yang dipelopori oleh Willian Stern yang diimplementasikan ke dalam hal pembelajaran telah menyebabkan munculnya berbagai teori belajar dan model mengajar seperti: (a) model behavioral yang terdiri dari belajar tuntas, belajar control diri sendiri, simulasi, dan belajar asertif, (b) model pemrosesan informasi yang terdiri dari model mengajar inkuiri, presentase kerangka dasar atau ”advance organizer” dan model pengembangan berpikir. Dalam program pengajaran yang menggu-nakan model satuan pelajaran, guru masih mempunyai kemungkinan untuk mengadakan perubahan-perubahan yang dipandang penting dalam pelaksa-naannya. Model satuan pelajaran yang merupakan model yang paling sederhana, tetapi memberikan peranan yang lebih besar kepada guru sebagai perancang pembelajaran. 
  7. Model satuan pelajaran berbeda dengan model pengajaran dengan modul seperti kaset video, kaset audio, computer, dan pengjaran berprogram. Model ini pelaksanaannya dalam pembelajaran benar-benar harus sesuai dengan yang telah direncanakan dalam perencanaan program pengajaran yang disusun oleh guru.
Model satuan pelajaran guru menentukan dan menyusun alat evaluasi untuk mengukur kemajuan belajar siswa, memilih dan merumus-kan bahan ajar, merencanakan proses pembelajaran, serta menentukan media dan alat pengjaran. Penggunaan model ini selain sederhana juga tidak menun-tut biaya yang tinggi, karena disusun oleh guru sendiri baik mengenai isi, media yang digunaan, dan kegiatan pembelajaran. 
Adapun model pembela-jaran dengan kaset video, kaset audio, compu-ter, dan pembelajaran berprogram disusun oleh tim atau lembaga khusus yang terdiri dari beberapa ahli. Peran guru dalam odel ini adalah sebagai pelaksana atau fasilitator belajr, katena semua komponen pengajaran telah disusun secara terpadu dalam pusat teknologi pembelajaran dan melakukan permainan hukum.

Referensi : http://www.referensimakalah.com/2012/06/beberapa-metode-dalam-pembelajaran.html