Tampilkan postingan dengan label Artikel Cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel Cinta. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 22 Desember 2012

Hatiku terluka Kepada Siapa Aku Bersandar

Artikel Cinta : Hatiku terluka Kepada Siapa Aku Bersandar

Tak pernah telintas di pikiran dan membayangkan hal ini akan terjadi padaku, entah apa salah dan dosaku sehingga kehidupan asmaraku seperti ini. Prinsip hidupku yang salah atau memang aku ditakdirkan menghadapi cobaan seperti ini.

Kehidupan yang konon katanya memberikan rasa senang, bahagia, sedih dan terharu yang mewarnai kehidupan di dunia pana ini adalah bumbu kehidupan yang harus dijalani oleh setiap insan yang menginjakkan kaki di atasnya.

Apa yang salah denganku??menjalani hidup di dunia dan selalu berusaha berbuat yang terbaik dan selalu menyandarkan diri pada sang khalik. Kenapa untuk kasus yang satu ini aku tidak bisa berpikiran jernih, otak terasa membeku memikirkannya. Betapa malang rasanya kehidupan asmaraku, berharap bisa memiliki seseorang yang betulbetul mengasihi dan menyayangi seperti isapan jempol belaka. Mencoba untuk setia, tapi balasan yang kuterima dengan sikap seperti itu?apakah memang sikap seperti ini tidak cocok untuk kasus seperti ini??

Dulu ketika hati ini sedang kacau, banyak teman-teman yang bisa menghibur dan menemaniku untuk menghabiskan waktuku dan melupakan kisah asmara yang begitu memilukan. Apakah mungkin aku diciptakan di dunia ini atau terlahir hanya untuk menderita??

Sebuah ironi yang sulit dihindari, berbenturan dengan akal sehat dan logika yang selama ini selalu kugunakan untuk menjalani hidup. Mungkin aku tidak terlalu benar-benar beribdah kepada-Mu ya Allah, sehingga engkau berikan cobaan yang begitu berat yang sulit untuk kulalui. Dalam Al-qur’an Engkau berfirman tidak akan memberikan sebuah cobaan kepada hamba-Mu kecuali hamba-Mu itu bisa melewatinya.

Berikan aku kesabaran dan ketabahan dalam menjalani cobaan ini, hanya kepada-Mu akan bersandar dan hanya kepada-Mu aku memohon pertolongan. Berikan Hamba-Mu yang hina ini ketabahan dan kesabaran menjalani semua ujian yang Engkau berikan. Jangan biarkan Hamba-Mu ini mengeluh dalam menjalani kehidupan di dunia. Semua yang terjadi saat ini aka ada hikmanya, dan pasti hal ini yang terbaik.

Hatiku terluka

Kuatkan hati dan jernihkan pikiran, semuanya akan berlalu dengan sendirinya. Biarkan waktu yang akan menghapus rasa sakit hati ini. thecnorati SP9PTBA3ET87

Rabu, 10 Oktober 2012

Memilih Suami/Istri dengan Cinta

Artikel Islam - Memilih Suami/Istri dengan Cinta

Memilih Suami/Istri dengan Cinta 
Cinta sejati adalah cinta seorang suami kepada istrinya dan cinta istri kepada suaminya. seorang suami sadar akan tanggung jawabnya sebagai pemimpin keluarga dan seorang istri sadar akan posisinya sebagai penanggung jawab rumah tangga adalah bukti cinta tersebut. dan bukan cinta seperti itu yang menjadi dasar seseorang yang akan menikah untuk memilih siapa pendamping hidupnya.

Mencintai istri adalah suatu yang diwajibkan Allah atas suami. begitu juga mencintai istri. saling mencintai satu sama lain akan menciptakan keluarga yang sakinah, mawaddah dan rahmah sebagaimana yang banyak didambakan oleh semua pasangan suami istri. dan saling mencintai dengan dasar iman (karena perintah Allah) adalah kunci bahwa cinta ini tidak akan padam.

Lalu bagaimana dengan seorang yang akan menikah? bagaimana mencintai dan bagaimana dicintai? dan bagaimana cara memilih suami/istri juga dengan dasar iman?

Adalah dengan cinta kepada Allah dan RosulNya yang menjadi dasar seorang yang ingin menikah. apa maksudnya? yaitu mempelajari kriteria yang Allah dan RosulNya sarankan dan memprakteknya ketika memilih calon istri/suami. Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- bersabda :


تنكح المرأة لأربع لمالها ولحسبها ولجمالها ولدينها فاظفر بذات الدين تربت يداك

Artinya : "Wanita dinikahi karena 4 hal : hartanya, kemuliaannya, kecantikannya dan agamanya. maka pilihlah yang memilihi agama maka engkau akan beruntung." (HR Muslim)

Wanita yang paham agama akan mengetahui kewajiban-kewajibannya sebagai seorang istri dan sadar akan tanggung jawabnya. ini adalah hal yang paling utama. dan setelah itu baru memperhitungkan kecantikannya, hartanya dan kemuliaannya.

Bagi seorang wanita yang akan menikah, atau khususnya bagi walinya. untuk tidak menolak seseorang baik akhlaq dan agamanya yang datang melamarnya. Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- bersabda :
إِذا خَطَبَ إِليكم من تَرضَون دينه وخُلُقَه فزوجّوه ، إِلا أن تفعلوا تكن فتنة في الأرض ، وفساد عريض

Artinya : "Jika datang kepada kalian seseorang yang engkau ridhoi agama dan akhlaqnya melamar (anak perempuan kalian) maka segera nikahkanlah (terima), jika tidak akan terjadi fitnah dibumi ini dan kerusakan yang besar." (HR At-Tirmidzi)

Melaksanakan apa yang Allah dan RosulNya perintahkan perihal adab-adab dan tata cara memilih suami/istri bagi orang yang ingin menikah dan meluruskan niatnya akan menuntun kita kepada cinta sejati dan akan menghindarkan kita dari mencintai karena nafsu dan dampak buruk panah setan. wallahu a'lam.