Tampilkan postingan dengan label opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label opini. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 Desember 2012

Apa yang Telah Kamu Berikan Kepada Negaramu

Apa yang Telah Kamu Berikan Kepada Negaramu - Hari ini tanggal 17 Agustus 2012 tepat 67 tahun yang lalu Indonesia pertama kali merasakan sebuah kemerdekaan dari penjajah. Selama beratu-ratus tahun lamanya kita dijajah, ditindas tanpa perikemanusiaan dan keadilan di bumi pertiwi kita sendiri.

Para pahlawan dengan gagah berani mengorbankan jiwa raga, berjuang sampai tetes darah penghabisan hanya untuk mengangkat berderah putih ke puncak tertinggi, yaitu kemerdekaan. Korban berjatuhan di mana-mana, serbuan serdadu-serdadu penjajah dan hujan peluru tidak mematahkan semngat juang para pahlawan kita.

Hari ini tepat 67 tahun pengorbanan para pahlawan-pahlawan, akankah hal itu masih ada arti buat kita yang hidup di zaman kemerdekaan ini. Apakah pernah kita menundukkan kepala sejak, hanya sekedar untuk berterim kasih dan mendoakan para pahlawan-pahlawan kita. Sungguh suatu ironi, kemerdekaan yang diraih dengan pengorbanan ribuan nyawa dan bahkan jutaan nyawa disiak-siakan begitu saja.

Seandainya waktu bisa diputar kembali dengan izin sang khalik, akan kubawa seluruh pejabat-pejabat pemerintah untuk sekedar melihat dan menyaksikan perjuangan para pahlawan meraih kemerdekaan. Melihat dengan mata kepala sendiri, serbuan serdadu, hujan peluru, percikan darah dan teriakan para korban peperangan dan keluarga yang ditinggal.

Sungguh tidaklah Anda pantas menduduki sebuah jabatan, jika Anda tidak menangis, meraung, melihat betapa perjuangan merebut kemerdekaan tidak diperoleh dalam waktu singkat pengorabanan jiwa dan raga adalah tumbal untuk mempersembahkan sebuah kemerdekaan.

67 Tahun Kemerdekaan Indonesia

Wahai pejabat-pejabat, ingatlah kemerdekaan ini diraih dengan tetesan darah para pahlawan. Janganlah engkau merusak dan bahkan menghancurkan cita-cita para pahlawan kita untuk meraih kemerdekaan. Janganlah engkau menjajah rakyat sendiri, engkau dipilih karena kami yakin engkau bisa berbuat dan melakukan sesuatu untuk negeri ini. Sebagai persembahan kepada para pahlawan, dan engkau tidak akan malu ketika bertatap muka dengan para pahlawan di akhirat nanti. Bisa berkata dengan lantang, " Warisan yang engkau berikan wahai para pahlawanku, yaitu kemerdekaan telah kujaga dan kurawat serta telah kubawa nama Indonesia menuju puncak tertinggi seperti engkau mengibarkan bendera merah di puncak tertinggi yaitu kemerdekaan".

67 tahun telah berlalu, sangatnya bertanya kepada diri sendiri Apa yang telah kita lakukan untuk Negara Indonesia tercinta?

Kamis, 13 Desember 2012

Maafkan Aku “Arti Kata Sengkang”

Opini : Maafkan Aku “Arti Kata Sengkang”

Lomba SEO Arti Kata Sengkang sudah bergulir dari tanggal 25 Agustus, diselenggarakan oleh Komunitas Blogger Wajo (KBW) dan akan segera berakhir tanngal 16 September 2012.

Sungguh sebuah ironi bagi admin artikel bagus tidak bisa ikut berpartisipasi dalam lomba “Arti Kata Sengkang”. Sebagai seorang yang menggeluti dunia blog sungguh sangat disayangkan kesempatan medidikasikan diri untuk perkembangan blogger di bumi Lamaddukelleng hilang begitu saja.

Maafkan Aku “Arti Kata Sengkang” diberikan judul pada artikel kali ini sebagai rasa bersalah admin artikel bagus tidak bisa ikut di kontes untuk memeriahkan dan menperdengarkan nama Komunitas Blogger Wajo (KBW) di dunia blog.

Sebuah mimpi besar admin artikel bagus ketika awal-awal belajar blog ingin membuat sebuah komunitas blogger wajo, tapi apa daya (hendak hati memeluk gunung apa daya tangan tak sampai) hal tersebut tidak pernah terealiasai. Dan sekarang sudah berdiri komunitas  blogger wajo, tapi saya tidak bisa ikut berpartisipasi dalam awal pembentukan komunitas ini. Tapi itu bukanlah hal yang patut dibesar-besarkan, yang jelas sekarang sudah ada komunitas yang bisa membantu para teman-teman yang baru mau belajar tentang blog seperti saya.

Sukses selalu Komunitas Blogger Wajo, saya akan selalu mendukung dan berusaha ikut berpartisipasi pada kegiatan-kegiatan yang akan datang.

Kita perlihatkan pada dunia, para blogger  yang ada di Wajo juga tidak kalah dengan blogger-blogger ternama yang berasal dari berbagai tempat.

Bagi para kontestan bersaing secara sehat, kalah menang bukanlah masalah besar tetap semangat untuk ngeblog dan selalu berusaha menjadi blogger yang sehat serta menghasilkan tulisan-tulisan yang original, unik dan bermanfaat bagi semua orang banyak.

Komunitas Blogger Wajo

Selasa, 16 Oktober 2012

Tertawalah Ketika Anda Tidak Lulus UAN

tidak lulus UANOpini : Tertawalah Ketika Anda Tidak Lulus UAN


Ujian Akhir Nasional merupakan sesuatu yang sangat dinanti-nanti para siswa yang duduk di bangku akhir sebuah jenjang pendidikan. Dari pendidikan dasar sampai pendidikan menengah atas. Mungkin ketika Anda pertama kali membaca judul artikel ini, Anda akan kaget... Kok bisa....?? Orang tidak lulus UAN disuruh tertawa??Harusnyakan nagis???. Berjuang hampir tiga tahun dan tersandung di detik-detik akhir harusnya sedih bukan kepalan.


Tertawalah Ketika Anda Tidak Lulus UAN diangkat dari sebuah artikel yang artikel bagus dapat dan sungguh sangat lucu menurut kami. Sesuatu hal yang luar biasa dan patut untuk diperhatikan oleh kita semua sebagai pemerhati dunia pendidikan. Berikut ini penggalan dari artikel tersebut :


Beberapa bulan yang lalu banyak siswa kita yang mengalami gagal menghadapi Ujian Nasional, diantaranya diwarnai tangis dan amarah bahkan bunuh diri. Namun bila kita mau melihat ke negara tetangga, Thailand, kita akan menangis sambil tertawa. Pasalnya, kita baru masih setingkat pelajar saja yang mengalami ketidaklulusan dalam menghadapi Ujian, tapi di Thailand, yaitu gurunya yang mengalami ketidaklulusan dalam Ujian. (pen.)

Lebih dari 84.000 guru dan kepala sekolah setingkat SMP dan SMA di Thailand menjalani semacam ujian kompetensi secara nasional. Materi yang diujikan sesuai dengan kompetensi setiap pengajar. Guru matematika ya mendapat ujian matematika. Hasilnya? Kementerian Pendidikan Thailand mengumumkan, lebih dari 80 persen guru yang mengajar bidang ilmu pengetahuan alam tidak lulus ujian.


Perinciannya: bidang matematika gagal 84 persen, biologi 86 persen, fisika 71 persen, dan komputer 88 persen. Selain itu, hampir 95 persen dari 37.500 kepala sekolah jeblok nilainya dalam ujian bahasa Inggris dan teknologi.


Menteri Pendidikan Chinnaworn Boonyakiat, sebagaimana dikutip media lokal, Rabu, berkomentar, ‘Gurunya saja tidak lulus ujian, bagaimana kita bisa meningkatkan kualitas siswa?



Hal yang patut digaris bawahi di sini adalah Gurunya saja tidak lulus ujian, bagaimana kita bisa meningkatkan kualita siswa? . Sesuatu yang sangat menggelikan ketika kita para siswa dituntut untuk lulus UAN akan tetapi tenaga pendidik yang mengayomi dan mengajarkan kita pelajaran-pelajaran di sekolah ternyata juga tidak mampu menyelesaikan soal-soal ujian yang diberikan kepadanya. Sungguh suatu ironi pendidik menginginkan siswanya untuk berkompeten akan tetapi Dia sendiri tidak berkompeten.


Janganlah kita mencari siapa yang salah dan siapa yang benar, kita semua sebaiknya belajar dari data yang diperoleh dari negara tetangga. Data yang diperoleh dari negara tetangga tersebut pasti tidak jauh berbeda ketika hal yang sama dilakukan di negara kita Indonesia tercinta.


Mungkin yang patut diperhatikan di sini adalah cara merekrut tenaga pendidik. Sudah menjadi rahasia umum banyak penyelewengan yang terjadi pada penerimaan tenaga pendidik. Dengan bermodalkan Ijazah S1 pendidikan tidaklah menjamin kualitas dari seorang tenaga pendidik. Alangkah baiknya jika sistem penerimaan tenaga pendidik sedikit diubah formatnya, yaitu tes kemampuan microteaching. Dengan tes tersebut kita bisa melihat sejauh mana calon pendidik tersebut bisa mentransfer ilmunya ke anak didik mereka kelak. Orang pintar dan cerdas tidak selamanya memiliki kemampuan mentransfer ilmu dengan baik. Dan tidak semua orang yang mampu mentransfer ilmunya dengan baik layak menjadi seorang pendidik. Pendidik adalah orang yang betul-betul cinta denga pekerjaannya dan mendidik adalah sebuah hobby bukan sebuah pekerjaan untuk meraup uang sebanyak-banyaknya.


Tapi apakah pendidik kita memiliki hal terebut? Jika dilakukan survey kepada seluruh pendidik kita akan kita dapati data yang perlu dipikirkan bersama. Maka akan kita dapati hampir sebagian besar tenaga pendidik adalah orang-orang yang hanya memikirkan income dari pekerjaannya bukan melakukan pekerjaan sebagai seorang pendidik adalah sebuah hobby. Di benak mereka hanya yang ada tanggal muda berrti terima gaji tanpa memikirkan apakah yang mereka lakukan layak diberikan income sebesar itu.

Senin, 15 Oktober 2012

Mengapa Ujian Akhir Nasional Bocor

Opini : Mengapa Ujian Akhir Nasional Bocor

Malam menjelang hari pertama Ujian Akhir Nasional (UAN), seorang siswa SMA meminta pendapat kepada penulis; ‘Pak, enaknya membeli bocoran, apa ndak..ya ?Satu set soal beserta jawabannya, dua ratus ribu rupiah…’. Sebagai seorang pendidik, mendengar hal itu terasa ‘nelangsa’. Kenelangsaan yang berulang setiap tahunnya, termasuk ketika masih bernama Ebtanas pelaksanaannya.

Bocornya perangkat uji kelulusan, sekarang bernama UAN, tidak bisa dipungkiri, karena hal itu ada, sungguhpun tidak terjadi di banyak tempat. Yang menjadi masalah bukanlah membuat orang terutama kalangan pendidik menjadi percaya atau tidak percaya, melainkan menelusuri dan menganalisa mengapa persoalan itu ada setiap tahunnya.

Mencari penyebab bocornya UAN, tidak bisa perhatian melulu ditimpakan kepada pihak sekolah maupun petugas piketnya. Bila dianalisa, ada beberapa pihak yang berkepentingan dalam hal ini. Pertama, keberadaan bandar-bandar beserta kelompok-kelompok pengecernya. Mereka boleh disebut investor, penyokong modal. Mereka eksis, tetap hidup layaknya bandar judi. Pada momen menjelang kelulusan siswa, para bandar siap bergerak mengerjakan agenda tahunannya, dengan mengatur jaringan dan segala akses yang dimilikinya. Pekerjaannya rapi dan sulit tersentuh hukum. Bila ada yang terjerat hukum, biasanya hanyalah pengecer atau oknum-oknum aksesnya.

Kedua, kelompok-kelompok siswa yang menunggu durian runtuh. Kelompok seperti ini bertebaran dimana-mana, ada di tiap-tiap sekolah. Mereka yang merasa kemampuan intelektualnya kurang, atau yang malas dan tidak termotivasi di lingkungan sekolah, biasanya mempunyai kemampuan soal duit, dan telah rentan serta parah menganggap segalanya dapat dibeli dengan uang, termasuk ilmu. Mereka membentuk jaringan sendiri cukup rapi dengan alat-alat komunikasinya, sehingga menjadi satu mata rantai dengan pengecer bocoran UAN.

Ketiga, oknum yang berhubungan langsung dengan pembuatan, pendistribusian dan penyimpanan paket soal UAN. Bujuk rayu dan iming-iming uang maupun harta terkadang mampu menggoyahkan keteguhan iman oknum-oknum tersebut hingga terpikat, dan iapun menjadi salah satu mata rantai kebocoran UAN.

Keempat, konsumen, yaitu mereka yang mau membeli tawaran bocoran. Para siswa dan orang tua siswa yang diposisikan sebagai konsumen menjadi sasaran pengecer maupun oleh kelompok siswa yang menunggu durian runtuh. Bila usahanya berhasil, bagi pengecer mendapatkan rupiah yang bisa disetorkan dan sebagian lagi sebagai upahnya. Bagi kelompok siswa, bila mampu menjual, ia akan mendapatkan uang saku yang tak terduga.

Menyikapi fenomena tersebut yang berulang-ulang setiap tahunnya, kurang bijaksana kiranya bila langsung menuding pihak sekolah sebagai biang keladinya. Ataupun langsung menyalahkan pihak kepolisian yang tidak tanggap sebelumnya hingga kurang berhasil memberantasnya sampai kini. Prestasi aparat yang berwenang dalam menanganimasalah itu sebatas pada penangkapan oknum-oknum yang terlibat atau beberapa pengecer, belum mampu memutus tuntas mata rantai sindikat kebocoran UAN.

Menjawab mengapa UAN bocor, ada beberapa argumen yang dapat disampaikan; Pertama, masih ada kebutuhan sebagian masyarakat akan jalan pintas, cara instan bagi siswa agar mudah melampauimomen ujian akhir. Sikap ambil mudahnya itu bisa pas berpaut dengan sikap ambil untungnya dari para sindikat bocoran ujian. Ibarat panci dengan tutupnya bisa pas melekat. Kedua, tipe soal UAN yang masih pilihan ganda, memberi peluang besar untuk bocor. Ddddengan jawaban yang hanya menulis pilihan A, B, C, D, atau E konsumen mudah tergiur untuk menerima soal dan jawaban bocoran. Melalui penghafalan atau teknik tertentu lainnya, mereka dimudahkan menjawab di ruang uji. Akan beda masalahnya jika materi UAN berupa pertanyaan esai (uraian, hitungan) terutama cara peserta ujian menyelesaikan soal-soal ujiannya. Ketiga, semua pihak yang berwenang terkesan enggan belajar dari pengalaman. Kurangnya antisipasi dan tindakan preventif untuk mencegah UAN bocor. Seyogyanya tidak mudah terperosok ke dalam lubang yang sama, untuk kedua kali, benar-benar diterapkan.

Setelah tahun ini, UAN mengalami kebocoran, departemen terkait beserta jajarannya pantas berkreasi mencari tindakan-tindakan preventif ditujukan untuk penyelamatan UAN tahun depan, 2011/2012. Belum terlambat pula untuk mengkaji ulang tipe soal UAN. Tetap menggunakan pilihan ganda atau berani mengubah menjadi soal esai.

Tindakan represif bilamana perlu diambil untuk meluluhlantakkan mata rantai sindikat kebocoran UAN oleh pihak yang berwajib, secara terus menerus. Kewajiban masyarakat pula untuk mengembalikan moral menuju tertib menuntut ilmu terutama bagi putra-putrinya. Keberanian semua pihak untuk berubah, niscaya akan meningkat menuju ke budaya yang lebih baik, meninggalkan budaya buruk :menunggu bocoran Ujian Akhir Nasional. Ataukah dirasa tidak perlu, karena toh hanya terjadi setahun sekali ? Memang tak sekedar ‘bocor’, ‘banjir’pun juga datang setahun sekali. Toh, kita juga belum bertindak apa-apa.

Drs. Pristiadi Utomo, M.Pd.